Ilustrasi berita: Intip Teknologi Jakarta Satu: Mahasiswa UGM Pelajari Penerapan Geodesi dalam Penataan Ruang
Jumat
23
Oktober 2026
Sekar Firdaus · Mahasiswa UGM Pelajari Perencanaan Kota di Studio Jakarta Satu

Intip Teknologi Jakarta Satu: Mahasiswa UGM Pelajari Penerapan Geodesi dalam Penataan Ruang

#dcktrpdki #jakartasatu #jakartasatudki dkijakarta

Pemanfaatan data berbasis ruang kini semakin krusial dalam mendukung keterbukaan informasi dan perencanaan pembangunan wilayah secara terintegrasi. Hal ini mengemuka saat rombongan Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar agenda Geodesi Visit (GESIT) X Entrepreneurship di Studio Jakarta Satu, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (23/10).

Rangkaian kegiatan ini meliputi pengenalan instansi, akuisisi, pemanfaatan dan pengelolaan  data spasial,  hingga pengembangan inovasi dan riset terkait data geospasial. Dalam sambutannya, Kepala Pusat Data dan Informasi DCKTRP Pemprov DKI Jakarta, Agung Nugroho, menegaskan bahwa nilai utama dari teknologi ini terletak pada pengolahan data secara komprehensif agar berdampak langsung pada tata kelola kota.

Tinjau Pemanfaatan Data Spasial, Mahasiswa UGM Sambangi Jakarta Satu

"Data tidak hanya sekadar disimpan atau ditampilkan, tetapi harus berujung pada pengambilan kebijakan yang akurat lintas sektor. Sektor tata ruang tidak dapat berdiri sendiri tanpa data pembangunan dan pertimbangan kesejahteraan sosial," ungkap Agung.

Sementara itu, Sekretaris Program Sarjana Teknik Geodesi UGM, Cecep Pratama, S.Si., M.Si., D.Sc., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk melihat langsung penerapan ilmu geodesi di lapangan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjembatani teori akademis di kelas dengan dunia kerja pascakelulusan.

Senada dengan itu, Staf Pengajar dan Peneliti Departemen Teknik Geodesi FT UGM, Calvin Wijaya, S.T., M.Eng., mengapresiasi Jakarta Satu sebagai pelopor pemodelan kota 3D di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa kurikulum terbaru kini mengadopsi teknologi digital twin, yang produk riset dan webnya turut dikembangkan melalui kerja sama dengan DCKTRP. "Untuk pengembangan  3D perkotaan, mungkin one and only ya kalau dibanding kota lain di Indonesia, Jakarta itu the leading one," ungkap Calvin mengapresiasi. 

Pernyataan tersebut terefleksikan melalui berbagai pemaparan materi inovatif dan hasil integrasi data spasial antar perangkat daerah yang output nya dalam bentuk riset dan visualisasi spasial  yang disajikan di studio, di antaranya:

  • Visualisasi 3D Jakarta Satu: Mempermudah simulasi bangunan  perkotaan secara tiga dimensi.

  • Riset "Taman 24 Jam": Optimalisasi ruang terbuka hijau 24 jam untuk warga Jakarta.

  • Riset Penanggulangan Banjir: Mitigasi banjir berbasis analitik spasial perkotaan.

  • Portofolio Jakarta Satu Festival (JSF): Salah satu bentuk pemetaan partisipatif dalam bentuk kompetisi/lomba spasial 

  • Pemanfaatan Data Geospasial: Optimalisasi data spasial untuk mendukung kebijakan daerah.

Seluruh materi tersebut memperlihatkan secara konkret penerapan ilmu Geodesi-Geoinformatika secara komprehensif, mulai dari  proses survei, pemetaan, pemodelan wilayah, hingga perencanaan infrastruktur dan kawasan permukiman melalui platform portal Jakarta Satu.

Mahasiswa Teknik Geodesi UGM, Mulia Nastiti Giovani, menilai integrasi data lintas instansi di Jakarta Satu sebagai hal paling menarik. 

"Melalui integrasi data ini, saya makin menyadari betapa luasnya peran ilmu Geodesi-Geomatika dalam perencanaan daerah. Saya berharap sinergi antara akademisi dan Pemprov DKI Jakarta terus terjalin kuat, sehingga materi yang didapat di sini bisa dibagikan ke rekan-rekan di kampus serta menjadi inspirasi untuk riset tugas akhir kami," tuturnya.

Melalui agenda ini, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademis dan Pemprov DKI Jakarta dalam mencetak SDM geospasial unggul serta mendorong tata kelola kota berbasis data di masa depan. 

Topik #dcktrpdki #jakartasatu #jakartasatudki dkijakarta
Bagikan artikel ini
Tautan berhasil disalin!