Mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi di ibu kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung Jenjang 6 Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 28 September hingga 1 Oktober 2026, di Universitas Mercu Buana, Kembangan, Jakarta Barat.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan serta kualifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) pada jabatan teknisi/analis di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Pelaksanaannya merupakan bentuk kolaborasi bersinergi antara Dinas CKTRP bersama Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum RI, Universitas Mercu Buana, serta LSP ATAKI Konstruksi Indonesia.
Dinas CKTRP DKI gelar pelatihan dan sertifikasi TKK Jenjang 6 di Universitas Mercu Buana.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan materi teknis dan pembahasan studi kasus, termasuk penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan. Selanjutnya, para peserta mengikuti pembekalan materi praktik kerja, seperti pembuatan pot tanaman yang mencakup proses pengadukan material yang benar, teknik pembesian dan penekukan besi, pengikatan kawat bendrat, hingga penyusunan bata secara presisi.
Ketua Subkelompok Pemberdayaan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) DKI Jakarta, Augustianus Fabian, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan SDM konstruksi yang siap pakai dan bersertifikat standar nasional.
"Pelatihan dan sertifikasi ini penting dari aspek legalitas, di mana sesuai peraturan perundang-undangan setiap tenaga kerja konstruksi wajib memiliki sertifikasi. Melalui pelatihan ini, kita tingkatkan kemampuan teknis, pemahaman mitigasi risiko kecelakaan kerja, serta daya saing tenaga kerja lokal agar berkualitas dan kompeten," ujar Augustianus.
Para peserta menyambut antusias terselenggaranya kegiatan ini. Salah seorang peserta menyampaikan bahwa pelatihan memberikan pemahaman teknis secara mendalam dan terarah.
"Kegiatan ini sangat menyenangkan karena kami mendapatkan banyak masukan teknis yang sebelumnya tidak kami ketahui detailnya, serta memberikan gambaran kerja yang jelas dari jenjang 1 hingga jenjang 5," ujar salah satu peserta.
Senada dengan hal tersebut, peserta lainnya mengungkapkan pentingnya aplikasi langsung di lapangan sebagai pelengkap teori yang didapat di kampus.
"Selama kuliah biasanya kita hanya dibekali teori, tetapi di pelatihan ini kami diajarkan banyak hal baru, mulai dari cara pengadukan yang benar, pembesian, hingga teknik mengikat kawat bendrat secara tepat sebagai bekal di dunia kerja," ungkapnya.
Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap dapat melahirkan tenaga kerja konstruksi yang andal, kompeten, bersertifikat resmi, serta mengutamakan budaya keselamatan kerja demi mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas.
-SF