Penguatan tata kelola pemetaan dan pengukuran melalui pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pembahasan dalam Talkshow Bicara Kota 2026 Series 4 bertema “Pemetaan dan Pengukuran Terkini: Kewenangan, Standar, dan Solusi” yang diselenggarakan secara daring pada Selasa (22/9/2026).
Dimas Yoga Rukmana menjelaskan bahwa pemutakhiran peta dasar dan pelayanan pengukuran perlu didukung proses akuisisi, penggunaan peralatan, serta pengolahan data yang sesuai standar. Pedoman tersebut mengacu pada Keputusan Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2021, dengan kualitas data menjadi salah satu aspek penting dalam pemanfaatan data geospasial.
Pemanfaatan teknologi memperkuat pemetaan dan pengukuran serta kualitas data geospasial Jakarta.
Dimas menambahkan bahwa ketersediaan Peta 3D dapat memberikan representasi objek yang lebih detail untuk mendukung berbagai kebutuhan. Data tersebut dapat dimanfaatkan dalam proses penilaian Sertifikat Laik Fungsi (SLF) maupun menjadi salah satu bahan analisis bagi pemerintah dalam perencanaan kota dan pengambilan kebijakan.
Sementara itu, Irwan Gumilar menyampaikan bahwa transformasi teknologi tidak menghilangkan peran ilmu geodesi dan surveyor, tetapi mendorong pemahaman yang lebih mendalam terhadap data dan sistem pengelolaanya. Peta dua dimensi (2D) juga tetap dibutuhkan untuk berbagai keperluan, termasuk administrasi dan pemetaan kadaster.
Menurut Irwan, kemajuan teknologi menuntut akademisi untuk lebih memperhatikan kualitas data. “Dengan kemajuan teknologi saat ini, seorang akademisi harus bisa membangun persepsi tentang data, atau dalam kata lain, harus memperhatikan kualitas, bukan hanya kuantitas data,” ujarnya. Ia juga menilai Portal Jakarta Satu dapat mendukung keterhubungan dan transparansi data melalui penerapan standar metadata, yang diperkuat melalui kolaborasi akademisi, industri, dan pemerintah.
Narasumber lainnya, Muchammad Masykur, menjelaskan bahwa tugas utama surveyor adalah mengukur batas, bukan luas. Menurutnya, perbedaan pendapat di lapangan terkait batas dan luas bangunan menunjukkan pentingnya ketersediaan data dan referensi yang akurat serta validasi yang baik. Portal Jakarta Satu dapat mendukung masyarakat dalam melakukan validasi terhadap hasil pekerjaan surveyor secara transparan, sekaligus menjadi salah satu referensi bagi surveyor dalam mengecek hasil pengukuran.
Muchammad Masykur juga menyampaikan bahwa perkembangan teknologi turut mendorong peningkatan kompetensi surveyor di ISI agar selaras dengan standar regional dan internasional. “Teknologi membantu surveyor untuk mempercepat dan menambah akurasi data, namun integritas tidak boleh berubah dan harus mempertahankan kode etik pekerjaan sebagai surveyor dalam memproduksi data,” ujarnya.
Melalui Talkshow Bicara Kota 2026, pembahasan mengenai pemetaan dan pengukuran diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai pentingnya standar, kualitas data, pemanfaatan teknologi, serta kompetensi dan integritas profesi dalam mendukung pengelolaan data geospasial.
-SF