Kembali ke berita
14
Mei 2024

Menuju Jakarta Sebagai Kota Inklusif

Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Webinar BIcara Kota 2024 Series 4 yang mengusung tema “Inclusive City : Kota Ramah Untuk Masa Depan Semua” dengan membahas konsep serta regulasi terhadap kesetaraan hak aksesibilitas masyarakat sebagai bagian dari Jakarta menuju Kota Inklusif, pada Selasa, (14/05).

 

Kegiatan ini dihadiri oleh empat orang narasumber yang ahli pada bidangnya masing-masing, yaitu Grita Anglila selaku Ketua Subkel. Pembinaan Bidang Gedung Pemerintah Daerah Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan, Gotro Nur Riyadi selaku Commercial Vice President PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Christie Damayanti selaku Professional Services for Disability Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), dan David Tjahjana selaku Accessibility Advisor Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional (GAUN). 

 

Berdasarkan perkembangan konsep dan regulasi bangunan inklusif setelah UU No. 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, Pemprov DKI Jakarta sedang mempersiapkan kota Jakarta menjadi pusat ekonomi keuangan dan bisnis dengan skala internasional untuk Jakarta menuju Kota Global. 

 

Salah satu rencananya melalui pembangunan daerah tahun 2023-2026, dengan tema pembangunan tahun 2025, yaitu penguatan ketahanan kota melalui pembangunan yang merata inklusif dan berkelanjutan.

 

“Tentunya terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi untuk menjadikan Jakarta menuju kota inklusif seperti, perubahan fungsi prasarana dan sarana pada Bangunan Gedung, pelibatan penyandang disabilitas dalam proses perencanaan dan pengawasan Bangunan Gedung, minimnya pemahaman regulasi, dan keterbatasan anggaran dan lahan,” kata Grita Anglila.

 

Hal lain yang juga bisa dapat dilakukan dengan meningkatkan kepedulian masyarakat, pemerintah, dan stakeholder tentang apa yang dibutuhkan bagi disabilitas dan prioritas.

 

“Jakarta dalam beberapa tahun belakangan memiliki perkembangan yang cukup baik, walaupun implementasinya sangat jauh dari prediksi seperti renovasi di jalur trotoar dan pedestrian dengan “Guiding Block” yang realitasnya dalam pembuatan designer atau kontraktor dan tukang bahkan pengawas terkesan abai,” kata Christie Damayanti selaku Professional Services for Disability Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).