21
Mei 2026

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Kualitas Gedung Pemda Sejak Tahap Perencanaan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat kualitas infrastruktur bangunan melalui pendekatan siklus hidup bangunan yang terintegrasi, mulai dari perencanaan hingga perawatan. Hal ini telah disampaikan dalam Talk Show Bicara Kota Tahun 2026 series 1 bertema “Jakarta Berkualitas, Gedung Pemda Andal Sejak Tahap Perencanaan” pada Selasa, 21 April 2026, yang diselenggarakan oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta. 

 

Melalui forum diskusi ini, Dinas CKTRP DKI Jakarta berupaya menghadirkan ruang dialog yang mampu mensinergikan berbagai perspektif, baik dari aspek regulasi maupun praktik di lapangan. Diskusi tersebut menghadirkan para narasumber, yaitu Guruh Dirgantoro selaku praktisi perencana gedung pemerintah daerah, Herland Afrizal Malau selaku Ketua Subkelompok Pembinaan Bidang Gedung Pemerintah Daerah Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta, serta Sandraginta Indah Permatasari selaku Ketua Tim Layanan Pengelola Teknis dan Pembinaan Bangunan Gedung Negara Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, yang membahas secara komprehensif proses pembangunan gedung sejak tahap awal perencanaan, sekaligus mengidentifikasi peluang, tantangan teknis, serta inovasi dalam tata kelola bangunan gedung. 

 

Kegiatan ini menyoroti pentingnya profesionalisme para praktisi, kepatuhan pemilik bangunan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap standar keselamatan. Selain itu, penyederhanaan birokrasi perizinan berbasis digital juga menjadi fokus, tanpa mengurangi esensi pengawasan. Penguatan budaya perawatan (maintenance culture) turut ditekankan sebagai elemen kunci dalam menjaga fungsi dan nilai investasi bangunan dalam jangka panjang. 

 

Sandraginta Indah Permatasari menegaskan bahwa seluruh penyelenggaraan bangunan gedung harus mengacu pada ketentuan yang berlaku, baik untuk gedung negara maupun swasta. Menurutnya, proses PBG menjadi titik pembuktian kepatuhan terhadap regulasi untuk memastikan keandalan bangunan. Jika standar dipenuhi sejak tahap perencanaan, maka pembangunan hingga pemanfaatan akan berjalan tertib secara teknis dan administratif serta menjamin keselamatan bangunan dalam jangka panjang. 

 

Senada dengan itu, Herland Afrizal Malau menyampaikan bahwa pembinaan dilakukan secara menyeluruh sejak tahap awal. “Kami mengawal perencanaan hingga pelaksanaan, termasuk perhitungan anggaran dan pemanfaatan data, agar pembangunan tepat sasaran dan bangunan gedung pemda benar-benar andal,” jelasnya. 

 

Sementara itu, Guruh Dirgantoro menyampaikan bahwa proses perencanaan bangunan di Jakarta tentu telah melalui asistensi yang ketat. “Asistensi dalam proses perencanaan di Jakarta itu dilakukan secara ketat, ini agar hasil perencanaan sesuai standar yang ditetapkan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan data seperti Jakarta Satu membantu perencana dalam menentukan intensitas bangunan sejak tahap awal. “Arsitektur yang baik itu harus mengutamakan fungsi dan kekuatan terlebih dahulu, baru keindahan,” tambahnya. 

 

Pemanfaatan data dan teknologi digital juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses perencanaan hingga pengelolaan bangunan gedung yang lebih terukur. Integrasi data spasial melalui platform seperti Jakarta Satu dinilai mampu membantu para perencana dalam mengambil keputusan yang lebih tepat, sekaligus meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses pembangunan. 

 

Talk Show Bicara Kota Tahun 2026 series 1 hadir sebagai wadah strategis untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan bangunan gedung di Jakarta. Diskusi yang berlangsung diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama, khususnya dalam penerapan standar teknis, kepatuhan regulasi, serta pemanfaatan teknologi dalam proses perencanaan hingga pemanfaatan bangunan

 

Bagikan
Link berhasil disalin!